Membuat Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing

11/21/2015
Pupuk Organik -  Pada artikel kali ini admin akan membagikan informasi mengenai pemanfaatan limbah kotoran kambing untuk pupuk organik padat. Seperti yang kita ketahui bahwa kotoran kambing berbentuk butiran bulat kecil dan sulit terpecah. Pemakaian kotoran kambing untuk pupuk sebaiknya kotoran tersebut sudah matang atau telah melewati proses pengkomposan dahulu dimana akan kami jelaskan langkah-langkahnya pada artikel ini.

Kandungan K pada kotoran kambing lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pupuk kandang dari kotoran binatang yang lain. Sehingga pupuk dari kotoran kambing sangat cocok bila diterapkan pada masa kedua pemupukan dimana tanaman memasuki masa generatif/pembungaan dan pembuahan.

Berikut ini adalah manfaat penggunaan pupuk organik dari kotoran kambing, diantaranya:
  1. Dapat meningkatkan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman
  2. Dapat merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun
  3. Bisa membantu tersedianya unsur hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) serta unsur hara mikro seperti (zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi)
  4. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah
  5. Produktifitas tanaman dapat meningkat
Cara Membuat Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing
Bahan:
  1. 1 ton kotoran kambing
  2. 200 kg Dolomit/kapur pertanian
  3. 200 kg Sekam/Abu.
  4. 4 Botol EM4/dekomposer
Peralatan :
  1. Masker dan sarung tangan
  2. Cangkul
  3. Terpal
  4. Ember
Tahapan Pembuatan:
  1. Kotoran kambing dihancurkan terlebih dahulu hingga lembut seperti tanah.
  2. Lakukan pengkomposan pada  tempat yang ternaungi hujan sehingga air hujan tidak sampai menggenangi.
  3. Hal yang perlu dilakukan adalah membuat lapisan saat proses pencampuran bahan. Yaitu dengan cara menghamparkan kotoran kambing kira-kira tebalnya 20-30 cm lalu diatasnya ditaburi dolomit, abu dan decomposer secukupnya. Kemudian siapkan EM4 dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disiramkan pada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40%. Atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan dibuka.
  4. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru.
  5. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup.
  6. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.
  7. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan. 
  8. Setelah 3 minggu Kompos sudah bisa dibongkar dan diangin anginkan supaya menghilangkan bau amoniak dan siap dipakai. Semoga bermaanfaat, terima kasih.