Nutrisi Penting Yang Harus Ada Pada Pupuk Organik

1/01/2017
Pupuk Organik - Saat ini lebih diminati jika dibandingkan dengan pupuk kimiawi karena senyawa nutrisi yang ada didalamnya lebih lengkap dan ramah lingkungan. Nutrisi yang terkandung dalam pupuk organik sangat beragam sesuai dengan jenis dan bahan dasar pembuatannya. Nutrisi tersebut sangat berguna dalam pertumbuhan dan kesuburan tanaman. Berikut ini adalah beberapa nutrisi penting beserta fungsinya yang seharusnya terkandung dalam pupuk organik.

Nitrogen
Nitrogen (N) merupakan unsur hara makro utama dalam tanah. Unsur nitrogen sangat diperlukan untuk mensintesis asam amino dan protein yang digunakan untuk pertumbuhan jaringan tanaman. Tanpa unsur nitrogen, daun akan cepat menguning, tanaman tumbuh kerdil, dan beragam efek negatif lainnya. Kebutuhan unsur nitrogen pada tanaman memang sangat penting. Namun pemberiannya harus seimbang karena bila terlalu banyak maka bisa berakibat celaka bagi tanaman.

Fosfor
Fosfor (P) termasuk salah satu dari unsur hara makro yang sangat diperlukan oleh tanaman. Fosfor dibutuhkan dalam jumlah lebih sedikit daripada kebutuhan akan Nitrogen. Unsur fosfor berfungsi dalam proses pembentukan hormon yang berhubungan dengan metabolisme tanaman seperti auksin, giberelin, sitokinin, dan lainnya. Ketersediaan unsur ini akan membantu proses pembelahan sel dan pembentukan biji. Apabila tanaman kekurangan fosfor maka tanaman akan mengalami tanda-tanda seperti lambatnya masa pertumbuhan dan daun tanaman akan berwarna ungu kelabu dan mudah rontok.

Kalium
Komponen unsur yang satu ini membantu tubuh tumbuhan untuk terhindar dari infeksi virus atau jamur. Dengan ketersediaan kalium (K) yang cukup, daun maupun batang tumbuhan akan terhindar dari gejala penyakit tanaman seperti batang yang mudah keropos, ujung daun yang cepat menguning, atau batang yang terlihat rebah. Kalium juga berperan penting saat tanaman dalam fase generatif. Terutama pada pembentukan biji. Kalium akan menjadikan biji semakin sehat berisi. Bila kekurangan kalium maka tanaman akan mengalami pertumbuhan yang tidak bagus. Pada daun akan timbul bercak berwarna kemerahan dan buahnya tidak besar dan biasanya akan mudah rontok.

Tembaga
Unsur tembaga (Cu) berfungsi sebagai komponen stimulan pembentukan klorofil yang bermanfaat dalam proses fotosintesis. Selain itu, unsur ini juga berperan dalam proses pembentukan hormon untuk stimulasi perkembangan buah dan biji. Apabila tanaman kekurangan tembaga biasanya akan muncul gejala seperti warna daun hijau kebiruan serta ujung daunnya layu. Disamping itu kekurangan tembaga juga menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak maksimal, kerdil dan gagalnya pembuahan.

Boron
Unsur boron (B) berfungsi dalam pembentukan serbuk sari, bunga, dan komponen akar. Selain itu, unsur ini berperan dalam penguatan cabang akar agar terhindar dari resiko penyakit akibat bakteri. Didalam tanah, boron tersedia dalam jumlah yang terbatas. Boron diangkut dari akar ke bagian tajuk tanaman melalui pembuluh Xylem. Bila kekurangan unsur boron maka tanaman akan mengalami gejala seperti warna daun gelap dan tidak cerah, fisik daun lebih tebal dan biasanya keriput tidak sehat.

Disamping beberapa unsur nutrisi diatas. Masih ada lagi beberapa unsur senyawa lain seperti sulfur (S), besi (Fe), kalsium (Ca), magnesium (Mg), mangan (Mn), dll yang akan kami bahas pada kesempatan berikutnya. Terima kasih.  (Red. Pupuk Organik: Jan 2017)