Mengetahui Perbedaan Pupuk Organik & Anorganik

3/21/2017
Pupuk Organik - Pupuk saat ini yang dijual di pasaran sangat beragam baik dari jenis, bentuk dan ragamnya. Secara umum ada dua jenis pupuk jika dilihat dari bahan bakunya, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk yang banyak dipilih oleh masyarakat saat ini adalah pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan alami, seperti tanaman dan hewan. Bahan-bahan tersebut sudah melalui beberapa proses dan pembusukan sehingga hasil akhirnya berupa pupuk organik.
Organik & Anorganik
Pupuk organik ini merupakan pupuk yang berasal dari bahan senyawa organik. Yang termasuk pupuk organik adalah pupuk hijau, kompos, pupuk kandang, pupuk seresah. Alasan utama mengapa masyarakat lebih memilih ini adalah karena hampir 100 % dari bahan bakunya terbebas dari bahan kimia dan tersedia melimpah bila kita mau memanfaatkannya. Bahan baku pembuatan pupuk organik yang alami dan melimpah menjadikan pupuk ini tidak berbahaya, tidak merusak lingkungan dan harganya juga pastinya murah. Sementara bentuk dari pupuk organik ini juga beragam, ada yang cair dan juga padat.

Sementara pupuk anorganik adalah kebalikan dari pupuk organik. Artinya pupuk ini bahan dasarnya terdiri dari bahan-bahan kimia. Pembuatannya juga merupakan hasil dari proses campuran dan rekayasa kimia. Jika dibanding dengan pupuk organik, kelebihan dari pupuk anorganik ini lebih praktis dan efisien. Selain itu, penjualannya juga sudah tersebar dimana-mana, khususnya di toko pertanian.

Hal mendasar yang membedakan kedua jenis pupuk tersebut adalah dari bahan baku pembuatannya. Organik terdiri senyawa organik bisa dari kotoran atau sisa makhluk hidup. Sementara anorganik unsur hara yang terdapat di dalamnya adalah berasal dari bahan kimia yang ditambahkan. Tidak hanya itu, perbedaan lainnya juga dapat terlihat reaksi dari dampak ditimbulkannya baik dalam waktu singkat maupun dalam jangka panjang.

Kelebihan Pupuk Organik
  1. Pupuk organik dapat berperan untuk mengembalikan, memperbaiki, dan menjaga sifat biologis tanah.  
  2. Pupuk organik dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam meningkatkan suplai nutrisi yang diserap oleh tanaman
  3. Pupuk organik berperan dalam menyeimbangkan kadar pH tanah
Kekurangan Pupuk Organik
  1. Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara mikro dan makro dalam jumlah yang relatif sedikit sehingga perlu pemberian pupuk dalam jumlah yang besar sehingga kurang praktis dalam pemakaiannya.
  2. Pupuk organik cenderung lambat dan lama reaksinya terhadap tanaman karena jumlah unsur haranya relatif sedikit. 
Kelebihan Pupuk Anorganik
  1. Pupuk anorganik lebih praktis karena dalam jumlah yang sedikit saja memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang relatif tinggi.
  2. Pupuk anorganik memiliki kandungan hara yang tinggi sehingga bisa bereaksi dengan cepat terhadap tanaman.
Kekurangan Pupuk Anorganik
  1. Pupuk anorganik tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur dan sifat bioloigis tanah. 
  2. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu yang lama justru berakibat hilangnya kempampuan tanah menyediakan suplai nutrisi bahkan membuat tanah menjadi padat dan hilang kesuburan alaminya.
  3. Pupuk anorganik dengan kandungan sulfur yang tinggi seperti ZA dapat dengan cepat menurunkan tingkat keasaman tanah/pH.
Demikian informasi singkat seputar perbedaan antara pupuk organik dan anorganik. Terlepas dari segala kelebihan dari kekurangan pada masing-masing pupuk, tentunya kita harus bijak dalam hal penggunaannya dan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan tanaman agar nantinya bisa memberikan hasil yang optimal dan bukan sebaliknya. Terima kasih (Red. Pupuk Organik:Maret 2017)